Tema
: Peran Mahasiswa Menjawab Tantangan Bangsa
MAHASISWA PEMIMPIN BANGSA INDONESIA
Masih
ingatkah kita pada tahun sebelum 1945. Tahun dimana bangsa kita menjadi bangsa
yang tertindas penjajah. Sekarang sudah
tahun 2013. Masihkah kita ingn dijajah?, masihkah kita ingin tertindas.
Alangkah malunya kita jika kita harus kembali tertindas, bagaikan tidak
mengahargai perjuangan pahlawan yang telah berjuang mendapatkan kemerdekaan.
Sebelum
kita membahas bagaimana bangsa kita ini. Terlebih dahulu ada baiknya jika kita
senantiasa selalu bersyukur atas berkat rahmat Tuhan. Kita diberikan
kemerdekaan. Tuhan telah memberikan cahaya terang untuk bangsa Indonesia.
Sekarang
memang bukanlah zaman penjajahan, namun zaman Repormasi. Di zaman sekarng telah
banyak pelajar muda kaum intelektual yang memiliki pertanggung jawaban bagi
bangsa Indonesia, dimana kita berpijak maka kita sudah berada di Tanah Air Beta
Tanah Indonesia.
Mari
kita bahas apa saja yang dapat kita lakukan sebagai generasi muga di Era Reformasi.
Manusia memiliki peran di dunia dalam segala hal dan sekarang kita sebagi
generasi muda harus memiliki semangat –perjuangan pada Era Reformasi. Sebelum Repormasi banyak sekali mahasiswa
yang keluar, turun ke jalan hanya untuk meneriakkan semangat Reformasi “Reformasi
atau Mati”. Sekarang apakah kita sebagai mahasiswa harus melakukan hal yang
sama seperti tahun sebelumnya sebagai simpatik kita kepada bangsa ini. Nah
itulah yang menjadi tugas kita sebagai generasi muda. Sekarang kita hanya perlu
berpikir apakah hal yang diatas masih bisa kita terima di zaman sekarang ini, menghabiskan
waktu tanpa adnya kepastian yang jelas akan hasil yang kita inginkan.
Kita
sebagi generasi muda hanya perlu melakukan hal-hal yang kecil namun memberikan
manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia.
Kata
mahasiswa adalah kata yang merupakan kebanggaan generasi muda sekarang. Apa sih
mahasiswa itu?. Dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai mahasiswa?,
Bagaimana mahasiswa generasi sekarang
dengan sejuta tantangan besar bagi bangsa ini?
Menurut wikipedia
Indonesia, arti dari Mahasiswa
adalah orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di
sebuah Universitas atau Perguruan Tinggi. Mahasiswa
berasal
dari gabungan dua kata “Maha” dan “Siswa”. Kata Maha dapat diartikan sesuatu
yang lebih tinggi tingkatannya atau berkuasa, sedangkan Siswa sendiri adalah
pelajar atau seorang yang menunutut ilmu. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa
adalah pelajar yang menempati kedudukan yang lebih tinggi atau bisa dikatakan
pelajar yang memiliki kekuasaan teringgi.
Mahasiswa
adalah adalah pemimpin bangsa, ini tidak dapat dipungkiri dan ini jelas akan
terjadi. Mahasiswa lah yang akan duduk di kursi pemerintahan selanjutnya.
Mahasiswa pula yang akan memimpin bangsa Indonesia di waktu yang akan datang. Oleh sebab itu mahasiswa
dipersiapkan agar dapat menjadi insan yang bertanggung jawab untuk bangsa
Indonesia.
Bagaimana dengan mahasiswa zaman
sekarang. Ada tiga tipe mahasiswa yang sering kita temui :
1. Mahasiswa Akademisi
Mahasiswa
akademis ini sering kita kenal dengan mahasiswa satu tujuan ”cepat
menyelesaikan studi dan berpikir tentang masa depan”. Ini adalah tipe mahasiwa
yang terlalu acuh dengan lingkungannya. Mahasiswa yang seperti ini sudah jarang
kita temukan dikampus. Karena mahasiswa akademis sering dikaitkan dengan kata “Sang
Kutu Buku”. Padahal tidak semua mahasiswa aktifis itu menjadi kutu buku,
berkaca mata dll.
Selalu ada
target dari matakuliah yang harus dicapai pada setiap semester, idealnya mereka
hanya ingin mendapat nilai baik. Melaju lebih cepat dari teman-teman dan cepat
bersaing didunia kerja.
2. Mahasiswa Hedonis:
Istilah dalam
tren untuk mahasiswa tipe hedonis adalah
KuPu-KuPu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), KuNang-KuNang (Kuliah Nagkring-Kuliah Nangkring).
Tidak memikirkan betapa beruntungnya mereka yang bisa melanjutkan kuliah dan
merasakan pendidikan yang tinggi tapi hanya diisi dengan foya-foya serta tak
peduli dengan pendidikan. Namun realita yang kita temui dalam kehidupan
sehari-hari telah menjadi tradisi baru di dunia perkuliahan.
3. Mahasiswa Aktifis
Mahasiswa
adalah kritis terhadap lingkungan sosial, politik, budaya, dan ekonomi
disekitar mereka. Peka terhadap gejala-gejala yang timbul di lingkungan
masyarakat dan negara. Apalagi jika lingkungan kampus juga sarat politik, maka
mahasiswa aktifis berada dijalurnya, mereka tak hanya belajar teori tapi langsung
ikut terjun lebih dalam diruang praktik, ruang publik. Sekilas, ini tipe ideal.
Tapi mahasiswa aktifis adalah mahasiswa yang harus pintar membagi waktu dan
mengatur jadwal kegiatannya supaya tak bergeser dari tujuan utama sebagai
pelajar tertinggi yang memiliki kewajiban untuk belajar.
Dari beberapa
tipe mahasiswa diatas setiap mahasiswa memiliki kebiasaan adalah gaya hidup
mereka sebagai mahasiswa. Tugas mahasiswa memang tidak mudah, karena tugas
memiliki dua tugas, yaitu mewujudkan visi pribadi dan juga visi fakultas.
Terwujudnya visi tersebut salah satunya akan dipengaruhi oleh sifat dan
kebiasaan mahasiswa di kampus.
Beberapa sifat yang harus
di bangun oleh mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang terbaik adalah
1. Jujur
Sebuah
kejujuran adalah hal yang sudah cukup langka di negeri kita ini. Sekarang
mungkin kita sulit sekali mencari orang-orang yang jujur, karena orang jujur
jumlahnya lebih sedikit dari pada yang tidak jujur. Namun alangkah lebih
indahnya dunia kampus jika dipenuhi orang-orang yang jujur maka kampus
benar-benar menjadi tempat pengembangan kepribadian bangsa. Kejujuran akan
membawa mahasiswa menjadi mahasiswa yang bijak dan bersih untuk memajukan
bangsa Indonesia.
2. Bertanggung jawab
Mahasiswa
adalah pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin mereka bisa memimpin bangsa ini
dengan baik kalau mahasiswa tidak memiliki tanggung jawab dari sekarang. Tanggung
jawab yang diemban mahasiswa di kampus sangat banyak di antaranya: tanggung
jawab akademis (tanggung jawab kepada jati diri sebagai seorang mahasiswa
atau pelajar). tanggung jawab sosial: (citra diri dan membangun
hubungan yang efektif dari dalam dan dari luar kampus). Tanggung jawab pribadi: tanggung
jawab ini berhubungan dengan tanggung jawab mahasiswa sebagai seorang anak,
yang harus mewujudkan apa yang menjadi impian orang tua sebagi jalan
membahagiakan atau berbakti pada orang tua.
4. Bersikap
akademis
Sikap ini dapat
diwujudkan dengan memulai kebiasaan-kebiasaan baik, contohnya:
1) Membaca buku
Buku adalah
jendela dunia, dengan buku seseorang akan bisa mengetahui apa yang ada di luar
sana. Kebiasaan membaca buku harus mulai di bangun oleh mahasiswa sedini
mungkin supaya kebiasaan-kebiasaan positif lainnya bisa terbangun. sekarang
mari mulai membangun kebiasaan ini sedini mungkin karena ini akan sangat
bermanfaat untuk masa yang akan datang.
2) Diskusi
Kenapa diskusi
ini penting? Supaya mahasiswa terbiasa berpikir kritis untuk mencari solusi
masalah, jadi tidak hanya setuju terus berbicara di belakang. Kegiatan diskusi
ini akan menjadi kegiatan menarik jika setiap mahasiswa mau dan mampu
mengemukakan pendapat dengan baik dan benar. Supaya yang menjadi tujuan diskusi
bisa terselesaikan. Jadi bangunlah kebiasaan diskusi di mana pun mahasiswa
berada, jika menemukan sebuah permasalahan yang harus di selesaikan.
3. Menulis
kenyataan yang
ada mahasiswa masih banyak yang tidak suka menulis, ada banyak alas an yang
akan mereka berika ketika mereka ditanya. Sebenarnya itu hanyalah alasan saja,
karena kalau mereka mau membiasakan diri menulis. Mereka juga akan mampu
menulis dengan baik. Tanpa kita sadari kebiasaan menulis ini sangat bermanfaat
mahasiswa.
Nah
sekarang dari beberapa penjelasan diatas ada beberaa hal penting yang harus
diketahui para mahasiwa.
1. Belajar.
Kita sebagi mahasisa memang telah melewati masa masa dimana kita miliki
kewajiban belajar, sekarang kita juga harus berpikir akan jadi apa saya untuk
bangsa Indonesia? Dengan belajar maka kita masih memiliki kemampuan untuk
harapan, kita dapat membangun bangsa ini dengan ilmu kita kita bisa mebuat
bangsa kita damai.
2. Berorganisasi.
Apakah dengan belajar dunia akan dalam gengaman kita, TIDAK, karena duania
begitu menekan bersiasatlah agar kita memiliki kemampuan lain. Organisasi
membantu kita membentuk diri kita memiliki jiwa oraganisasi.
3. Jagan
lupa berterima kasih dan berbagi. Apapun itu.
4. Berdo’a
kepada tuhan yang maha esa.
Jika
kita telah melakukan hal-hal yang baik pertahankanlah dan jika belum atau masih
melakukan hal yang kurang baik sebagai mahasiswa maka berubahlah niscaya
perubahan itu akan membawa kita pada kesuksesan.