Kamis, 07 Maret 2013

Essay


Tema : Peran Mahasiswa Menjawab Tantangan Bangsa

MAHASISWA PEMIMPIN BANGSA INDONESIA
Masih ingatkah kita pada tahun sebelum 1945. Tahun dimana bangsa kita menjadi bangsa yang tertindas penjajah.  Sekarang sudah tahun 2013. Masihkah kita ingn dijajah?, masihkah kita ingin tertindas. Alangkah malunya kita jika kita harus kembali tertindas, bagaikan tidak mengahargai perjuangan pahlawan yang telah berjuang mendapatkan kemerdekaan.
Sebelum kita membahas bagaimana bangsa kita ini. Terlebih dahulu ada baiknya jika kita senantiasa selalu bersyukur atas berkat rahmat Tuhan. Kita diberikan kemerdekaan. Tuhan telah memberikan cahaya terang untuk bangsa Indonesia.
Sekarang memang bukanlah zaman penjajahan, namun zaman Repormasi. Di zaman sekarng telah banyak pelajar muda kaum intelektual yang memiliki pertanggung jawaban bagi bangsa Indonesia, dimana kita berpijak maka kita sudah berada di Tanah Air Beta Tanah Indonesia.
Mari kita bahas apa saja yang dapat kita lakukan sebagai generasi muga di Era Reformasi. Manusia memiliki peran di dunia dalam segala hal dan sekarang kita sebagi generasi muda harus memiliki semangat –perjuangan pada Era Reformasi.  Sebelum Repormasi banyak sekali mahasiswa yang keluar, turun ke jalan hanya untuk meneriakkan semangat Reformasi “Reformasi atau Mati”. Sekarang apakah kita sebagai mahasiswa harus melakukan hal yang sama seperti tahun sebelumnya sebagai simpatik kita kepada bangsa ini. Nah itulah yang menjadi tugas kita sebagai generasi muda. Sekarang kita hanya perlu berpikir apakah hal yang diatas masih bisa kita terima di zaman sekarang ini, menghabiskan waktu tanpa adnya kepastian yang jelas akan hasil yang kita inginkan.
Kita sebagi generasi muda hanya perlu melakukan hal-hal yang kecil namun memberikan manfaat yang besar  bagi bangsa Indonesia.
Kata mahasiswa adalah kata yang merupakan kebanggaan generasi muda sekarang. Apa sih mahasiswa itu?. Dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai mahasiswa?, Bagaimana mahasiswa generasi  sekarang dengan sejuta tantangan besar bagi bangsa ini?
Menurut wikipedia Indonesia, arti dari Mahasiswa  adalah orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah Universitas atau Perguruan Tinggi. Mahasiswa berasal dari gabungan dua kata “Maha” dan “Siswa”. Kata Maha dapat diartikan sesuatu yang lebih tinggi tingkatannya atau berkuasa, sedangkan Siswa sendiri adalah pelajar atau seorang yang menunutut ilmu. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa adalah pelajar yang menempati kedudukan yang lebih tinggi atau bisa dikatakan pelajar yang memiliki kekuasaan teringgi.
Mahasiswa adalah adalah pemimpin bangsa, ini tidak dapat dipungkiri dan ini jelas akan terjadi. Mahasiswa lah yang akan duduk di kursi pemerintahan selanjutnya. Mahasiswa pula yang akan memimpin bangsa Indonesia di waktu yang  akan datang. Oleh sebab itu mahasiswa dipersiapkan agar dapat menjadi insan yang bertanggung jawab untuk bangsa Indonesia.
Bagaimana dengan mahasiswa zaman sekarang. Ada tiga tipe mahasiswa yang sering kita temui :
1.      Mahasiswa Akademisi
Mahasiswa akademis ini sering kita kenal dengan mahasiswa satu tujuan ”cepat menyelesaikan studi dan berpikir tentang masa depan”. Ini adalah tipe mahasiwa yang terlalu acuh dengan lingkungannya. Mahasiswa yang seperti ini sudah jarang kita temukan dikampus. Karena mahasiswa akademis sering dikaitkan dengan kata “Sang Kutu Buku”. Padahal tidak semua mahasiswa aktifis itu menjadi kutu buku, berkaca mata dll.
Selalu ada target dari matakuliah yang harus dicapai pada setiap semester, idealnya mereka hanya ingin mendapat nilai baik. Melaju lebih cepat dari teman-teman dan cepat bersaing didunia kerja.
2.      Mahasiswa Hedonis:
Istilah dalam tren untuk mahasiswa  tipe hedonis adalah KuPu-KuPu (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang), KuNang-KuNang (Kuliah Nagkring-Kuliah Nangkring). Tidak memikirkan betapa beruntungnya mereka yang bisa melanjutkan kuliah dan merasakan pendidikan yang tinggi tapi hanya diisi dengan foya-foya serta tak peduli dengan pendidikan. Namun realita yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi tradisi baru di dunia perkuliahan.
3.      Mahasiswa Aktifis
Mahasiswa adalah kritis terhadap lingkungan sosial, politik, budaya, dan ekonomi disekitar mereka. Peka terhadap gejala-gejala yang timbul di lingkungan masyarakat dan negara. Apalagi jika lingkungan kampus juga sarat politik, maka mahasiswa aktifis berada dijalurnya, mereka tak hanya belajar teori tapi langsung ikut terjun lebih dalam diruang praktik, ruang publik. Sekilas, ini tipe ideal. Tapi mahasiswa aktifis adalah mahasiswa yang harus pintar membagi waktu dan mengatur jadwal kegiatannya supaya tak bergeser dari tujuan utama sebagai pelajar tertinggi yang memiliki kewajiban untuk belajar.
Dari beberapa tipe mahasiswa diatas setiap mahasiswa memiliki kebiasaan adalah gaya hidup mereka sebagai mahasiswa. Tugas mahasiswa memang tidak mudah, karena tugas memiliki dua tugas, yaitu mewujudkan visi pribadi dan juga visi fakultas. Terwujudnya visi tersebut salah satunya akan dipengaruhi oleh sifat dan kebiasaan mahasiswa di kampus.
Beberapa sifat yang harus di bangun oleh mahasiswa agar menjadi mahasiswa yang terbaik adalah
1. Jujur
Sebuah kejujuran adalah hal yang sudah cukup langka di negeri kita ini. Sekarang mungkin kita sulit sekali mencari orang-orang yang jujur, karena orang jujur jumlahnya lebih sedikit dari pada yang tidak jujur. Namun alangkah lebih indahnya dunia kampus jika dipenuhi orang-orang yang jujur maka kampus benar-benar menjadi tempat pengembangan kepribadian bangsa. Kejujuran akan membawa mahasiswa menjadi mahasiswa yang bijak dan bersih untuk memajukan bangsa Indonesia.
2. Bertanggung jawab
Mahasiswa adalah pemimpin bangsa. Bagaimana mungkin mereka bisa memimpin bangsa ini dengan baik kalau mahasiswa tidak memiliki tanggung jawab dari sekarang. Tanggung jawab yang diemban mahasiswa di kampus sangat banyak di antaranya: tanggung jawab akademis (tanggung jawab kepada jati diri sebagai seorang mahasiswa atau pelajar). tanggung jawab sosial: (citra diri dan membangun hubungan yang efektif dari dalam dan dari luar kampus).  Tanggung jawab pribadi: tanggung jawab ini berhubungan dengan tanggung jawab mahasiswa sebagai seorang anak, yang harus mewujudkan apa yang menjadi impian orang tua sebagi jalan membahagiakan atau berbakti pada orang tua.
4.      Bersikap akademis
Sikap ini dapat diwujudkan dengan memulai kebiasaan-kebiasaan baik, contohnya:
1)      Membaca buku
Buku adalah jendela dunia, dengan buku seseorang akan bisa mengetahui apa yang ada di luar sana. Kebiasaan membaca buku  harus mulai di bangun oleh mahasiswa sedini mungkin supaya kebiasaan-kebiasaan positif lainnya bisa terbangun. sekarang mari mulai membangun kebiasaan ini sedini mungkin karena ini akan sangat bermanfaat untuk masa yang akan datang.
2)      Diskusi
Kenapa diskusi ini penting? Supaya mahasiswa terbiasa berpikir kritis untuk mencari solusi masalah, jadi tidak hanya setuju terus berbicara di belakang. Kegiatan diskusi ini akan menjadi kegiatan menarik jika setiap mahasiswa mau dan mampu mengemukakan pendapat dengan baik dan benar. Supaya yang menjadi tujuan diskusi bisa terselesaikan. Jadi bangunlah kebiasaan diskusi di mana pun mahasiswa berada, jika menemukan sebuah permasalahan yang harus di selesaikan.
3. Menulis
kenyataan yang ada mahasiswa masih banyak yang tidak suka menulis, ada banyak alas an yang akan mereka berika ketika mereka ditanya. Sebenarnya itu hanyalah alasan saja, karena kalau mereka mau membiasakan diri menulis. Mereka juga akan mampu menulis dengan baik. Tanpa kita sadari kebiasaan menulis ini sangat bermanfaat mahasiswa.

Nah sekarang dari beberapa penjelasan diatas ada beberaa hal penting yang harus diketahui para mahasiwa.
1.      Belajar. Kita sebagi mahasisa memang telah melewati masa masa dimana kita miliki kewajiban belajar, sekarang kita juga harus berpikir akan jadi apa saya untuk bangsa Indonesia? Dengan belajar maka kita masih memiliki kemampuan untuk harapan, kita dapat membangun bangsa ini dengan ilmu kita kita bisa mebuat bangsa kita damai.
2.      Berorganisasi. Apakah dengan belajar dunia akan dalam gengaman kita, TIDAK, karena duania begitu menekan bersiasatlah agar kita memiliki kemampuan lain. Organisasi membantu kita membentuk diri kita memiliki jiwa oraganisasi.
3.      Jagan lupa berterima kasih dan berbagi. Apapun itu.
4.      Berdo’a kepada tuhan yang maha esa.
Jika kita telah melakukan hal-hal yang baik pertahankanlah dan jika belum atau masih melakukan hal yang kurang baik sebagai mahasiswa maka berubahlah niscaya perubahan itu akan membawa kita pada kesuksesan.

1 komentar:

Bayix Saja mengatakan...

Saya hadir sebagai kunjungan balasan dan untuk meramaikan blog anda hahaha...
salam kenal yak!?