Gini
rasanya kalo kehilangan seseorang, dibalik cerita yang tidak terduga itu
menyebabkan kematian seorang Akbar yang disigalir sebagai sebuah pembunuhan
tidak disengaja. Selain itu akankah konflik batin diri seorang Zella untuk
dapat mempercayai sahabat kecilnya “Harry”.
----HARRY OH NO----
By : Nietha
ca thatata
31/08/14
Selama
5 tahun ini merupakan tahun-tahun yang menyenangkan untuk Zella dan Akbar.
Cerita diantara mereka yang selalu menjadi cerita hangat satu sekolah. Hubungan
mereka yang sejak awal masuk, bersambung dari hubungan mereka di sekolah
sebelumnya. Sejak seminggu yang lalu
hubungan mereka akhirnya berakhir.
Harry “Zell, apa kamu ada waktu hari
ini?”. “
tentu saja Harry” Zella menutup buku
yang ada dihadapannya.
“ada apa?” Zella melirik Harry.
“aku hendak mengajakmu menjenguk ibuku
yang sakit, aku ingin memperkenalkan sahabatku yang cantik ini. Sudah lama
sejak terakhir kamu berkunjung menemui ibuku” Harry menatap Zella.
“kamu terlalu sibuk dengan pengeran mu
itu” sambung Harry.
Zella
beranjak dari tempat duduknya memandang ke lapangan basket disana ada Akbar
yang sedang bermain basket
“sudaahlah teman, itu sekarang bukan
cerita indah lagi”. Zella berbalik menghadap Harry.
“yaaah, tapi yang jelas aku masih bisa
mengerti perasaan mu itu” jawab Harry.
“nanti setelah pulang sekolah aku
menunggumu digerbang depan !” Harry berlari meninggalkan Zella.
Kelas terasa
sunyi. Hanya Zella sendiri bersama kesunyian itu. Menyedihkan memang mendengar
kata-kata dari sahabatnya tersebut.
Bell tanda masuk
berbunyi. Anak- anak masuk satu persatu, tak terkecuali teman baiknya Angelina.
(membetulkan tempat duduknya)”haaii, apa
yang kamu lakukan dikelas pada jam istirahat. Aku mencarimu kesemua tempat!”.
Melihat ke arah Angelina “maaf, tapi tadi
aku hendak menyusulmu ke kantin. Hanya saja aku baru sadar akan tugas
matematika ku yang belum selesai kukerjakan.” Melotot pada Angelina.
“kamu bisa melihat tugas itu padaku Zella..”.
“yaah, seharusnya begitu.. tapi tidak
apa-apa. Tadi aku bertemu dengan Harry, siang ini dia menungguku digerbang
sekolah!”.
“memangnya kenapa dia menemuimu?” tanya
Angelina.
“dia mengajakku menemui ibunya..”
Ibu guru masuk
dan memulai pelajaran
***
Siang
hari terasa begitu panas, seorang anak dengan wajah tampan itu tampaknya sudah
bosan menunggu seseorang. Dia tampak gelisah, melihat setiap anak yang keluar
dari gerbang utama sekolahnya. Zella datang dengan menjinjing beberapa buku,
tetapi seseorang terlebih dahulu menghampiri Harry.
“Harry, aku memintamu untuk menjauhi Zella”
kata seseorang yang bernama Akbar.
“tapi hari ini aku berjanji untuk
mengajak dia menemui ibuku”jawab Harry.
“aku mintaa.. kamu jauhi Zella !” kata Akbar.
“maaf, mungkin kamu salah paham. Tapi
aku hanya akan mengajak Zel-lla..” kata-kata Harry terputus.
Sebuah
tonjokan akhirnya mendarat dipipi Harry. Harry terjatuh, Akbar menarik Harry
dan hendak memukulnya kembali. Namun kali ini..
“STOP!” teriak Zella.
“aku bilang STOP ! Akbar”. Zella kemudian menarik Harry dan mengajaknya segera
pergi dari hadapan Akbar.
***
Matahari
pagi ini tersenyum indah. Zella memasuki area sekolah, ia menyapa matahari
pagi, matahari itu menyinari wajahnya dan membuat rambutnya berkilau. Saat Zella
mengalihkan pandangannya ke depan. Zella melihat Akbar berlari terburu-buru
masuk kegedung sekolah. Zella tersenyum.
Angelina memasuki kelas. “kenapa lama
sekali, kamu telambat bangun lagi yaah? kamu sudah ketinggalan kelas 20 menit Angelina”
kata Zella sembari memukul bahu Angelina.
“dasar anak nakal” katanya.
“maaf deeh.. untung saja ibu guru ini
bagitu baik, mempersilahkan aku tetap mengikuti pelajaran ”kata Angelina.
Suasana
yang tenang saat belajar tiba-tiba pecah. Suara jeritan seseorang tiba-tiba
terdengar begitu mengelegar.
“Akkbaaar..r..r” seseorang berteriak.
“hey, apa yang terjadi?” Angelina tiba-tiba membuka mulutnya. Semua anak-anak
ribut melihat ke jendela. Perasaan Aella tiba-tiba terasa begitu sesak.
Mulutnya tiba-tiba bungkam “ak..k.baarr..”Zella melihat dari jendela lantai 2
gudung sekolah.
Banyak
para siswa yang berkumpul, mereka semua terlihat bagitu antusias. Zella berlari
menuju keramaian, Angelina mengikutinya. Koridor begitu ramai dengan percakapan
anak-anak. Namun Zella tidak mempedulikannya. Zella mempercepat langkah dan
berlari dengan cepat. Mata Zella terasa berair. Ia hendak meneteskan air mata,
namun ia juga belum mengetahui alasan kenapa hatinya bgitu sedih.
Zella sampai pada keramaian. Anak-anak
melihatnya, seorang guru berkata “zeee..zeel..laa”.
Zella menembus keramaian dan ia menemukan
Akbar yang telah tewas terjatuh dari atap gedung sekolah. Mulut Zella
sepertinya tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya terdiam sejenak hingga air
matanya jatuh.
“Akk.k..barrr!!!”tangis Zella pecah
disana. dia terlihat begitu histeris hingga ia pingsan.
***
Ruangan
yang identik dengan warna putih ini memberikan efek terciumnya obat-obatan.
Zella menegakkan tubuhnya, benar saja ia sudah berada di ruangan UKS
sekolahnya.
Seorang
siswi tertidur disebelahnya. Angelina teman baiknya yang menunggu ia sadar itu
terlihat begitu gelisah dalam tidurnya. Ia terlihat begitu menyedihnya, mungkin
ia begitu karena ia sangat mengetahui dan bersedih dengan kejadian yang terjadi
pada teman baiknya ini.
Zella
melihat sekelilingnya. Tiba- tiba ia sadar akan kejadian yang baru saja
menimpanya. Ia turun dari tempat tidurnya, ia berjalan agak terbata-bata sebab
ia baru saja bangun dari pingsannya.
Koridor
begitu sepi semua anak-anak tidak terlihat. Namun mereka semua berkumpul didepan
ruang kepala sekolah. Zella masuk kedalam ruang kepala sekolah hendak mencari
tahu apa yang terjadi.
Diruangan
yang berkisar antara 6 x 8 meter ini terlihat begitu penuh. Seorang siswa
menjadi tersangka sementara yaitu Harry, disebelahnya ada beberapa siswa,
dihadapannya ada 4 orang berseragam polisi dan kepala sekolah serta guru.
“saya datang dengan seorang teman saya,
kami datang terlambat pagi ini. Kemudian saya melihat Akbar diatas gedung
sekolah sedang bertengkar dengan seseorang”ternyata Harry bercerita apa yang
sebenarnya terjadi.
“kamu pasti berbohong ! saya dan ketiga
rekan saya melihat kamu berjalan menuju gedung sekolah Harry..” jelas fikri
teman sekelasnya.
“kamu bahkan tidak berada dikelas
olahraga pagi ini, sebenarnya dimana kamu?” tanya seorang guru.
“dan kamu berada diatas gedung ditempat
kejadian Harry!” kata polisi yang ada dihadapannya.
Polisi itu tampak sedang mengintrogasi Harry.
“saya hendak mengetahui apa yang
sebenarnya terjadi dengan Akbar, akhirnya saya menuju kegedung sekolah..
na..na..muun” kata-kata Harry terhenti ketika ia melihat ke arah Zella.
Zella hanya bisa diam saja mendengar
penjelasan Harry.
“namun apa? Cepaat katakan.. apa benar
kemu orang terakhir yang memiliki masalah dengan Akbar? Dan kaa.. ka.. mu juga
yang terakhir kali bertemu dengannya?” pak polisi itu terlihat begitu serius.
“ii..ii..yaa pakk..” kata Harry terbata.
“namun saya hanya ingin menyelamatkan Akbar
pak, hanya saja sebenarnya saya tidak melihat seseorang pun yang saya temui sepanjang
koridor untuk menemui Akbar” jelasnya.
“dari kelaspun saya bahkan tidak melihat
seseorang yang menuju atap selain Harry” sambung teman sebayanya.
Harry merasa terpojok. Ia tidak bisa
berkata apa-apa. “tapi, bapak harus percaya.. bukan saya yang membunuh Akbar!”
Harry mulai kehabisan kata-kata.
Harry menatap Zella “Zella.. , Zella
kamu harus percaya pada saya..” Harry tampak begitu sedih.
“Ha..ha..harry.. kamu sungguh TEGA !..
aku benar-benar tidak bisa percaya ini terjadi..” Zella berkata sembari
meneteskan air mata.
“Zella.. Zella
dengarkan akuu.. aku benar-benar bukan pelakunyaa. Zella... Zellaaa..”.
Zella
berlari meninggalkan ruangan kepala sekolah. Harry mencoba untuk mengejarnya.
Namun ia harus mendapatkan perlawanan dari pak polisi. Harry tidak bisa berbuat
apa-apa untuk mengejar dan menjelaskan semua kepada Zella.
***
Zella
sudah berada diatas gedung sekolah. Zella memandang sekeliling sekolah yang
masih terlihat sepi. Kini matanya menuju ke lapangan basket. Sosok Akbar
terbayang diingatannya. Ia melihat Akbar dengan gembira bermain dengan bola
basket yang ada ditangannya. Kemudian wajah Akbar melihat kearahnya dan tersenyum
manis. Hati Zella begitu sakit, sedih atas apa yang tejadi. Matanya
berkaca-kaca. Air matanya tak terbendung lagi dan akhirnya menetes juga
dipipinya.
Suara
sirene mobil polisi memekikkan telingga Zella. Mobil itu membawa tahanan yang
membunuh Akbar pikirnya. Suaranya terdengar begitu menjauhi sekolah hingga
depan gerbang sekolah diikuti anak-anak
sekolah dan menghilang.
Zella
masih menangis. Ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
“Zella, harusnya
kamu mendengarkan sedikit penjelasanku..”suara itu terdengan dari pintu keluar
atap sekolah.
Zella
membalikan badannya untuk melihat siapa yang berbicara. Ia nampak sangat
terkejut. Ketika ia melihat siapa yang ditemuinya diatas gedung sekolah, ia kembali
melihat ke kearah mobil polisi. Kemudian ia mulai sadar siapa yang kini sedang
bersamanya.
“Ha..Ha..Rryy..”
kata Zella kaget.
“ka.. kaa..kamuu”nampaknya
lidah Zella masih belum bisa berbicara lebih panjang lagi dari kata itu.
Harry tersenyum
“bukan aku yang melakukan itu, aku tidak akan mungkin melakukannya pada kekasih
sahabat baikku” kata Harry.
***
Pak polisi
memborgol tangan Harry sebagai pelaku kejahatan. Mereka hendak membawa Harry ke
kamtor polisi. Namun seorang anak tiba-tiba angkat biaca pada pak polisi.
“pak polisi.. Harry
tidak bersalah!.. akulah yang membunuh Akbar” katanya.
“apa maksud anda
? Sepertinya anda harus memberi penjelasan atas kata-kata anda” kata pak
polisi.
“i..i..yaaa,
sa..sa..yaa pelakunya !” gadis cantik yang dikenal sebagai teman baik Zella itu
adalah pelakunya. Ia mengakui apa yang telah terjadi sebelumnya.
Agelina
datang pagi sekali kesekolah, ia naik ke atas gadung sekolah. Ia menangis, ia
sudah lama menyukai Harry. Namun Harry hanya mengangap seperti temannya saja.
Sama
dengan Zella, sebenarnya Harry sudah memiliki seorang pacar yaitu kak Rara,
kakak kandungnya Angelina. Entah apa yang terjadi pagi ini Angelina mencoba
untuk bunuh diri dengan mencoba terjun dari atas gedung sekolah.
Sementara
Akbar yang baru datang melihat Zella dihadapannya. Ia hendak menemui Zella
namun matanya langsung tertuju pada Angelina yang siap untuk melompat. Akbar
bergegas untuk menghentikannya.
Akbar
mencoba membujuk Angelina agar tidak berbuat nekat, namun Anglina tetap tidak
mau mendengarkan akbar. Akbar memaksa Angelina, Angelina akhirnya marah dengan
perlakuan kasar Akbar, akhirnya tidak sengaja mendorong Akbar hingga jatuh dari
atas gedung sekolah.
Angelina
sangat ketakutan atas apa yang baru saja ia lakukan. Akhirnya ia hendak bunuh
diri seperti keinginannya. Namun ia mendengar langkah kaki seseorang mendekati
atap gedung sekolah. Ia sangat takut jika seseorang mengetahui apa yang
dilakukannya dan melaporkannya ke polisi. ia segera turun dan berpura-pura
tidak terjadi apa-apa. Ia masuk ke dalam kelas layaknya seorang murid yang
terlambat.
“Aa..sa..yaa menyesaal se.. se.. see..
ka.. lii.. pak !” penjelasan Angelina itu akhirnya membuat ia menjadi tersangka
dan Harry dibebaskan.
***
Harry dan Zella berdiri didepan
pemakaman Akbar. Zella masih tampak sedih.
“Akbar, jika kita dipertemukan kembali,
aku ingin kita tetap memiliki cerita indah untuk dikenang, dan aku tidak akan
mengakhirinya dalam 5 tahun” kata Zella diiringi dengan isak tagisan.
“aku ingin kita menua bersama”. Kak Rara
duduk memberikan payung kepada Harry, ia kemudian memeluk Zella.
“kakak juga sangat minta maaf atas apa
yang terjadi Zella..”.
“Akbar, maafkan atas kesalah pahaman
diantara kita, jika kita bertemu lagi aku harap kita bisa menjadi lebih baik
lagi”
***