Kamis, 11 September 2014

Cerita September



      Gini rasanya kalo kehilangan seseorang, dibalik cerita yang tidak terduga itu menyebabkan kematian seorang Akbar yang disigalir sebagai sebuah pembunuhan tidak disengaja. Selain itu akankah konflik batin diri seorang Zella untuk dapat mempercayai sahabat kecilnya “Harry”.
----HARRY OH NO----
By : Nietha ca thatata
31/08/14
Selama 5 tahun ini merupakan tahun-tahun yang menyenangkan untuk Zella dan Akbar. Cerita diantara mereka yang selalu menjadi cerita hangat satu sekolah. Hubungan mereka yang sejak awal masuk, bersambung dari hubungan mereka di sekolah sebelumnya.  Sejak seminggu yang lalu hubungan mereka akhirnya berakhir.
Harry “Zell, apa kamu ada waktu hari ini?”. “
tentu saja Harry” Zella menutup buku yang ada dihadapannya.
“ada apa?” Zella melirik Harry.
“aku hendak mengajakmu menjenguk ibuku yang sakit, aku ingin memperkenalkan sahabatku yang cantik ini. Sudah lama sejak terakhir kamu berkunjung menemui ibuku” Harry menatap Zella.
“kamu terlalu sibuk dengan pengeran mu itu” sambung Harry.
Zella beranjak dari tempat duduknya memandang ke lapangan basket disana ada Akbar yang sedang bermain basket
“sudaahlah teman, itu sekarang bukan cerita indah lagi”. Zella berbalik menghadap Harry.
“yaaah, tapi yang jelas aku masih bisa mengerti perasaan mu itu” jawab Harry.
“nanti setelah pulang sekolah aku menunggumu digerbang depan !” Harry berlari meninggalkan Zella.
Kelas terasa sunyi. Hanya Zella sendiri bersama kesunyian itu. Menyedihkan memang mendengar kata-kata dari sahabatnya tersebut.
Bell tanda masuk berbunyi. Anak- anak masuk satu persatu, tak terkecuali teman baiknya Angelina.
(membetulkan tempat duduknya)”haaii, apa yang kamu lakukan dikelas pada jam istirahat. Aku mencarimu kesemua tempat!”.
Melihat ke arah Angelina “maaf, tapi tadi aku hendak menyusulmu ke kantin. Hanya saja aku baru sadar akan tugas matematika ku yang belum selesai kukerjakan.” Melotot pada Angelina.
“kamu bisa melihat tugas itu padaku Zella..”.
“yaah, seharusnya begitu.. tapi tidak apa-apa. Tadi aku bertemu dengan Harry, siang ini dia menungguku digerbang sekolah!”.
“memangnya kenapa dia menemuimu?” tanya Angelina.
“dia mengajakku menemui ibunya..”
Ibu guru masuk dan memulai pelajaran
***
Siang hari terasa begitu panas, seorang anak dengan wajah tampan itu tampaknya sudah bosan menunggu seseorang. Dia tampak gelisah, melihat setiap anak yang keluar dari gerbang utama sekolahnya. Zella datang dengan menjinjing beberapa buku, tetapi seseorang terlebih dahulu menghampiri Harry.
“Harry, aku memintamu untuk menjauhi Zella” kata seseorang yang bernama Akbar.
“tapi hari ini aku berjanji untuk mengajak dia menemui ibuku”jawab Harry.
“aku mintaa.. kamu jauhi Zella !” kata Akbar.
“maaf, mungkin kamu salah paham. Tapi aku hanya akan mengajak Zel-lla..” kata-kata Harry terputus.
Sebuah tonjokan akhirnya mendarat dipipi Harry. Harry terjatuh, Akbar menarik Harry dan hendak memukulnya kembali. Namun kali ini..
“STOP!” teriak Zella. “aku bilang STOP ! Akbar”. Zella kemudian menarik Harry dan mengajaknya segera pergi dari hadapan Akbar.
***
Matahari pagi ini tersenyum indah. Zella memasuki area sekolah, ia menyapa matahari pagi, matahari itu menyinari wajahnya dan membuat rambutnya berkilau. Saat Zella mengalihkan pandangannya ke depan. Zella melihat Akbar berlari terburu-buru masuk kegedung sekolah. Zella tersenyum.
Angelina memasuki kelas. “kenapa lama sekali, kamu telambat bangun lagi yaah? kamu sudah ketinggalan kelas 20 menit Angelina” kata Zella sembari memukul bahu Angelina.
“dasar anak nakal” katanya.
“maaf deeh.. untung saja ibu guru ini bagitu baik, mempersilahkan aku tetap mengikuti pelajaran ”kata Angelina.
Suasana yang tenang saat belajar tiba-tiba pecah. Suara jeritan seseorang tiba-tiba terdengar begitu mengelegar.
“Akkbaaar..r..r” seseorang berteriak. “hey, apa yang terjadi?” Angelina tiba-tiba membuka mulutnya. Semua anak-anak ribut melihat ke jendela. Perasaan Aella tiba-tiba terasa begitu sesak. Mulutnya tiba-tiba bungkam “ak..k.baarr..”Zella melihat dari jendela lantai 2 gudung sekolah.
Banyak para siswa yang berkumpul, mereka semua terlihat bagitu antusias. Zella berlari menuju keramaian, Angelina mengikutinya. Koridor begitu ramai dengan percakapan anak-anak. Namun Zella tidak mempedulikannya. Zella mempercepat langkah dan berlari dengan cepat. Mata Zella terasa berair. Ia hendak meneteskan air mata, namun ia juga belum mengetahui alasan kenapa hatinya bgitu sedih.
Zella sampai pada keramaian. Anak-anak melihatnya, seorang guru berkata “zeee..zeel..laa”.
Zella menembus keramaian dan ia menemukan Akbar yang telah tewas terjatuh dari atap gedung sekolah. Mulut Zella sepertinya tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya terdiam sejenak hingga air matanya jatuh.
“Akk.k..barrr!!!”tangis Zella pecah disana. dia terlihat begitu histeris hingga ia pingsan.
***
Ruangan yang identik dengan warna putih ini memberikan efek terciumnya obat-obatan. Zella menegakkan tubuhnya, benar saja ia sudah berada di ruangan UKS sekolahnya.
Seorang siswi tertidur disebelahnya. Angelina teman baiknya yang menunggu ia sadar itu terlihat begitu gelisah dalam tidurnya. Ia terlihat begitu menyedihnya, mungkin ia begitu karena ia sangat mengetahui dan bersedih dengan kejadian yang terjadi pada teman baiknya ini.
Zella melihat sekelilingnya. Tiba- tiba ia sadar akan kejadian yang baru saja menimpanya. Ia turun dari tempat tidurnya, ia berjalan agak terbata-bata sebab ia baru saja bangun dari pingsannya.
Koridor begitu sepi semua anak-anak tidak terlihat. Namun mereka semua berkumpul didepan ruang kepala sekolah. Zella masuk kedalam ruang kepala sekolah hendak mencari tahu apa yang terjadi.
Diruangan yang berkisar antara 6 x 8 meter ini terlihat begitu penuh. Seorang siswa menjadi tersangka sementara yaitu Harry, disebelahnya ada beberapa siswa, dihadapannya ada 4 orang berseragam polisi dan kepala sekolah serta guru.
“saya datang dengan seorang teman saya, kami datang terlambat pagi ini. Kemudian saya melihat Akbar diatas gedung sekolah sedang bertengkar dengan seseorang”ternyata Harry bercerita apa yang sebenarnya terjadi.
“kamu pasti berbohong ! saya dan ketiga rekan saya melihat kamu berjalan menuju gedung sekolah Harry..” jelas fikri teman sekelasnya.
“kamu bahkan tidak berada dikelas olahraga pagi ini, sebenarnya dimana kamu?” tanya seorang guru.
“dan kamu berada diatas gedung ditempat kejadian Harry!” kata polisi yang ada dihadapannya.
Polisi itu tampak sedang mengintrogasi Harry.
“saya hendak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Akbar, akhirnya saya menuju kegedung sekolah.. na..na..muun” kata-kata Harry terhenti ketika ia melihat ke arah Zella.
Zella hanya bisa diam saja mendengar penjelasan Harry.
“namun apa? Cepaat katakan.. apa benar kemu orang terakhir yang memiliki masalah dengan Akbar? Dan kaa.. ka.. mu juga yang terakhir kali bertemu dengannya?” pak polisi itu terlihat begitu serius.
“ii..ii..yaa pakk..” kata Harry terbata.
“namun saya hanya ingin menyelamatkan Akbar pak, hanya saja sebenarnya saya tidak melihat seseorang pun yang saya temui sepanjang koridor untuk menemui Akbar” jelasnya.
“dari kelaspun saya bahkan tidak melihat seseorang yang menuju atap selain Harry” sambung teman sebayanya.
Harry merasa terpojok. Ia tidak bisa berkata apa-apa. “tapi, bapak harus percaya.. bukan saya yang membunuh Akbar!” Harry mulai kehabisan kata-kata.
Harry menatap Zella “Zella.. , Zella kamu harus percaya pada saya..” Harry tampak begitu sedih.
“Ha..ha..harry.. kamu sungguh TEGA !.. aku benar-benar tidak bisa percaya ini terjadi..” Zella berkata sembari meneteskan air mata.
“Zella.. Zella dengarkan akuu.. aku benar-benar bukan pelakunyaa. Zella... Zellaaa..”.
Zella berlari meninggalkan ruangan kepala sekolah. Harry mencoba untuk mengejarnya. Namun ia harus mendapatkan perlawanan dari pak polisi. Harry tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengejar dan menjelaskan semua kepada Zella.
***
Zella sudah berada diatas gedung sekolah. Zella memandang sekeliling sekolah yang masih terlihat sepi. Kini matanya menuju ke lapangan basket. Sosok Akbar terbayang diingatannya. Ia melihat Akbar dengan gembira bermain dengan bola basket yang ada ditangannya. Kemudian wajah Akbar melihat kearahnya dan tersenyum manis. Hati Zella begitu sakit, sedih atas apa yang tejadi. Matanya berkaca-kaca. Air matanya tak terbendung lagi dan akhirnya menetes juga dipipinya.
Suara sirene mobil polisi memekikkan telingga Zella. Mobil itu membawa tahanan yang membunuh Akbar pikirnya. Suaranya terdengar begitu menjauhi sekolah hingga depan gerbang sekolah  diikuti anak-anak sekolah dan menghilang.
Zella masih menangis. Ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
“Zella, harusnya kamu mendengarkan sedikit penjelasanku..”suara itu terdengan dari pintu keluar atap sekolah.
Zella membalikan badannya untuk melihat siapa yang berbicara. Ia nampak sangat terkejut. Ketika ia melihat siapa yang ditemuinya diatas gedung sekolah, ia kembali melihat ke kearah mobil polisi. Kemudian ia mulai sadar siapa yang kini sedang bersamanya.
“Ha..Ha..Rryy..” kata Zella kaget.
“ka.. kaa..kamuu”nampaknya lidah Zella masih belum bisa berbicara lebih panjang lagi dari kata itu.
Harry tersenyum “bukan aku yang melakukan itu, aku tidak akan mungkin melakukannya pada kekasih sahabat baikku” kata Harry.
***
Pak polisi memborgol tangan Harry sebagai pelaku kejahatan. Mereka hendak membawa Harry ke kamtor polisi. Namun seorang anak tiba-tiba angkat biaca pada pak polisi.
“pak polisi.. Harry tidak bersalah!.. akulah yang membunuh Akbar” katanya.
“apa maksud anda ? Sepertinya anda harus memberi penjelasan atas kata-kata anda” kata pak polisi.
“i..i..yaaa, sa..sa..yaa pelakunya !” gadis cantik yang dikenal sebagai teman baik Zella itu adalah pelakunya. Ia mengakui apa yang telah terjadi sebelumnya.
Agelina datang pagi sekali kesekolah, ia naik ke atas gadung sekolah. Ia menangis, ia sudah lama menyukai Harry. Namun Harry hanya mengangap seperti temannya saja.
Sama dengan Zella, sebenarnya Harry sudah memiliki seorang pacar yaitu kak Rara, kakak kandungnya Angelina. Entah apa yang terjadi pagi ini Angelina mencoba untuk bunuh diri dengan mencoba terjun dari atas gedung sekolah.
Sementara Akbar yang baru datang melihat Zella dihadapannya. Ia hendak menemui Zella namun matanya langsung tertuju pada Angelina yang siap untuk melompat. Akbar bergegas untuk menghentikannya.
Akbar mencoba membujuk Angelina agar tidak berbuat nekat, namun Anglina tetap tidak mau mendengarkan akbar. Akbar memaksa Angelina, Angelina akhirnya marah dengan perlakuan kasar Akbar, akhirnya tidak sengaja mendorong Akbar hingga jatuh dari atas gedung sekolah.
Angelina sangat ketakutan atas apa yang baru saja ia lakukan. Akhirnya ia hendak bunuh diri seperti keinginannya. Namun ia mendengar langkah kaki seseorang mendekati atap gedung sekolah. Ia sangat takut jika seseorang mengetahui apa yang dilakukannya dan melaporkannya ke polisi. ia segera turun dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Ia masuk ke dalam kelas layaknya seorang murid yang terlambat.
“Aa..sa..yaa menyesaal se.. se.. see.. ka.. lii.. pak !” penjelasan Angelina itu akhirnya membuat ia menjadi tersangka dan Harry dibebaskan.
***
Harry dan Zella berdiri didepan pemakaman Akbar. Zella masih tampak sedih.
“Akbar, jika kita dipertemukan kembali, aku ingin kita tetap memiliki cerita indah untuk dikenang, dan aku tidak akan mengakhirinya dalam 5 tahun” kata Zella diiringi dengan isak tagisan.
“aku ingin kita menua bersama”. Kak Rara duduk memberikan payung kepada Harry, ia kemudian memeluk Zella.
“kakak juga sangat minta maaf atas apa yang terjadi Zella..”.
“Akbar, maafkan atas kesalah pahaman diantara kita, jika kita bertemu lagi aku harap kita bisa menjadi lebih baik lagi”
***

Tidak ada komentar: